Perawatan Luka Terbuka: Apa yang Harus Dilakukan dan Dihindari

Diposting pada

Perawatan luka terbuka versi pafimarisa.org memerlukan penanganan yang berbeda. Hal ini menyesuaikan dengan penyebab terjadinya luka tersebut muncul. Misalnya luka karena kecelakaan dan pasca operasi tidak dapat melakukan penanganan yang sama.

Anda harus memahami seberapa parah luka tersebut muncul. Namun, yang pasti jangan sampai luka terbuka tersebut mengalami infeksi karena akan berdampak buruk bagi kesehatan, bahkan dapat menyebabkan kematian.

Perawatan Luka Terbuka Yang Harus Dilakukan dan Dihindari

Perawatan Luka Terbuka Yang Harus Dilakukan dan Dihindari
Perawatan Luka Terbuka Yang Harus Dilakukan dan Dihindari

Perawatan luka terbuka adalah proses pencegahan akan adanya infeksi yang dapat memperparah luka. Untuk perawatan bisa Anda lakukan di rumah, atau mendapatkan penanganan khusus terlebih dahulu oleh dokter.

Jika luka yang Anda dapatkan karena terjatuh dan bergesekan atau tergores dengan permukaan kasar, cara perawatan luka terbuka cukup menggunakan antiseptik. Berbeda ketika kaki Anda menginjak benda tajam berkarat.

Luka karena benda tajam apalagi berkarat lebih baik mendapat penanganan langsung oleh dokter. Walaupun tidak keluar darah banyak, lakukan penanganan yang tepat untuk menghindari risiko terjadinya tetanus.

Oleh karena itu, merawat luka luar terbuka tidak bisa Anda lakukan sembarangan.Ada beberapa perawatan yang perlu dihindari oleh luka terbuka, yaitu:

1. Cuci Tangan dan Bersihkan Luka Terlebih Dahulu

Luka terbuka yang Anda dapatkan karena tergores atau terkena gesekan permukaan kasar mungkin bukan luka yang besar. Akan tetapi sebelum menggunakan antibiotik penting membersihkan luka terlebih dahulu.

Gunakan air mengalir untuk membersihkan dari partikel asing yang dapat memicu infeksi. Kondisi tangan juga harus bersih, sehingga pastikan sudah mencuci tangan terlebih dahulu.

2. Perban Luka

Saat melakukan perawatan luka robek menggunakan perban merupakan tindakan yang tepat. Perban dapat membuat luka bersih, sehingga proses penyembuhan menjadi lebih cepat dan terhindar dari infeksi.

3. Jangan Membiarkan Darah Mengalir

Ketika seseorang mengalami luka karena tertusuk benda tajam maka jangan mengangkat benda tersebut sembarangan. Hal tersebut karena dapat menyebabkan darah keluar dan berdampak buruk bagi pasien.

Langkah tepat yaitu segera membawa ke rumah sakit. Jika ada darah yang terus-terusan keluar maka tekan bagian yang luka tersebut, untuk menyumbat aliran darah.

4. Jaga Luka Tetap Kering

Jika mendapat penanganan operasi, perawatan luka terbuka pasca operasi harus dalam kondisi selalu kering. Terutama 24 jam pasca operasi hindari aktivitas yang bersentuhan dengan air, seperti mandi.

Terlebih untuk luka terbuka setelah melakukan operasi harus dalam kondisi tetap kering hingga jahitan sudah bisa dibuka. Selama penyembuhan pastikan tidak ada air yang masuk ke dalam luka karena bisa menyebabkan jahitan terbuka dan mengalami infeksi.

5. Ganti Perban Secara Berkala

Langkah penting dalam merawat luka terbuka yaitu rutin mengganti perban. Biasanya dokter akan memberitahu kapan waktu yang tepat untuk mengganti perban. Saat pergantian Anda harus memastikan kebersihan tetap terjaga dengan baik.

Melakukan perawatan luka terbuka perlu telaten dan teliti agar proses penyembuhan berlangsung cepat. Hindari hal-hal yang dapat menyebabkan luka terkena infeksi karena penanganan yang salah.

Paling utama ikuti anjuran dokter dalam merawat luka terbuka. Selain itu, gunakan obat antibiotik sesuai rekomendasi organisasi farmasi pafimarisa.org untuk keamanan dan kesembuhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *