Sejarah Awal Mula Ragunan – Kebun Binatang Jakarta  | Berita Awal Mula Segalanya

Sejarah Awal Mula Ragunan – Kebun Binatang Jakarta

Cara Cepat Hamil

Kebun Binatang Ragunan - Pernahkah Anda ke Kebun Binatang Jakarta atau sekarang lebih di kenal dengan nama Ragunan. Ternyata Awal Mula Ragunan adalah di Taman Ismail Mardjuki Cikini. Namun karena begitu pesatnya pertumbuhan dan perkembangan Ibu Kota Indonesia ini, dan untuk lebih memadai serta menjamin kehidupan satwa, maka pemerintah DKI Jakarta memindahkan kebun binatang ini pada areal yang lebih luas yaitu di Ragunan Jakarta Selatan. Jika Anda ingin mengetahui sejarah awal mula kebun binatang ragunan Jakarta, berikut awalmula.com muat sejarah bonbin ragunan, sebagaimana dikutip dalam kbi.gemari.or.id.

Dua abad sudah terlewati dalam perjalanannya Kebun Binatang Jakarta dan tetap tegar dalam memasuki abad ke 21. Semula kebun binatang ini berada pada areal seluas 10 Ha milik seorang pelukis pribumi terkenal bernama Rd. Saleh . Terletak di pusat kota jakarta yaitu tempat pusat kesenian jakarta Taman Ismail Mardjuki Cikini Thn 1864. Kebun Binatang ini dikelola oleh perhimpunan Penyayang Flora dan Fauna di Jakarta ( Culturule Vereniging Planten en Direntuin at Batavia ) selepas revolusi tepatnya tahun 1949 diganti menjadi Kebun Binatang Cikini.

Bersamaan dengan kian pesatnya pertumbuhan dan perkembangan kota Jakarta perlu dicari tempat baru yang lebih memadai dan menjamin kehidupan satwa dan pengembangannya.Akhirnya pada perayaan seabad kelahirannya di tahun1964 ,pemerintah DKI Jakarta memindahkannya pada areal yang lebih luas dengan bentang alam yang lebih menarik yaitu di wilayah Ragunan Jakarta Selatan ,disebutlah nama Taman Margasatwa Jakarta dan lebih dikenal Kebun Binatang Ragunan. Keberhasilan pemindahan ke lokasi di Ragunan tidak lepas dari jasa 3 tokoh yaitu mantan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin serta Benyamin Galstaun dan Nyonya.

Pada awalnya luas lahan di Ragunan sekitar 28 Ha, menjelang umurnya yang ke 140 luas lahan di Ragunan telah mencapai 140 Ha. Dari rencana awal oleh Gubernur Ali Sadikin seluas 200 Ha. Pada lokasi inilah dipertaruhkan nama dan citra Kebun Binatang Jakarta . Pada usianya yang ke 140, Kebun Binatang Ragunan terus berbenah melangkah maju ,menatap masa depan dengan penuh optimisme, untuk menjadi kebun binatang terbaik di Dunia. Kebun binatang modern yang berpegang pada prinsip-prinsip yang berlaku untuk kebun binatang global( universal), mampu mensejahterakan satwa yang ada selaras dengan ekosistem yang ada. Suatu kebun binatang yang mampu memadukan potensi kekayaan alam dalam satu kesatuan, yaitu menyatukan satwa seperti di alam dalam fasilitas besar dan alami. Contoh yang sudah dibangun adalah Pusat Primata Schumtzer Taman Margasatwa Ragunan yang sudah diakui berbagaio kalangan sebagai fasilitas primate terbaik di dunia.

Divisi lain kerusakan lingkungan akibat bencana alam atau penebangan hutan yang tidak terkendali yaitu 2,5 juta Ha hutan Indonesia rusak setiap tahunnya dan 75% penebanagan kayu terjadi secara illegal hali ini menyebabkan kerusakan habitatt terhadap berbagai jenis satwa dan akhirnya mendorong kepada kepunahan jenis, menurunnya keanekaragaman jenis, potensi obat-obatan dan produk lain berkurang,, resiko hama penyakit akan meningkat dan daya tarik alam Indonesia untuk wisata alam berkurang. Untuk itu semakin terasa peranan pentingnya keberadaan suatu Kebun Binatang sebagai jendela terakhir penyelamat lestarinya beberapa jenis satwa langka melalui upaya konservasi ek-situ . Peranan Kebun Binatang tidak saja sebagai sarana rekreasi juga membantu dalam dunia pendidikan penelitian dan apresiasi terhadap alam dan satwa liar. Inilah Kebun Binatang Jakarta tetap jaya dalam nuansa asri,serasi dan lestari

3 JUTA DALAM 140 HEKTAR
Sejak awal berdirinya Kebun Binatang Jakarta disiapkan sebagai tempat rekreasi yang khas dan spesifik diantara tempat rekreasi di Ibukota . kehadirannya harus dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat ,sebagai wahana kilas balik penyegaran jasmani .Suasana bentang alam ragunan dengan tutupan canopy dan keanekaragaman hijauan yang padat membuat suasana sejuk dan asri.Jalan setapak ,hamparan rumput lapangan yang hijau , aliran sungai dan genangan danau memunculkan nuansa alam belantara di perkotaan.Semua ini menjadi daya tarik tersendiri bukan saja untuk pengunjung ,tetapi menjadi sangtuari berbagai jenis burung dan tempat nyaman untuk kehidupan satwa lainnya.

Setiap tahunnya terjadi peningkatan jumlah pengunjung yang sangat berarti, tiga juta orang lebih setiap tahunnya berkunjung ke Kebun Binatang Jakarta .Pada tahun 2003 jumlah pengunjung yang datang ke kebun binatang mencapai 3.121.677 orang .Sementara itu dalam suasana liburan sekolah pada bulan Juli tahun 2004 dalam satu bulan pengunjung ke Kebun Binatang mencapai 334.782 orang.Pada hari biasa dalam 3 (tiga ) tahun terakhir menunjukkan adanya peningkatan jumlah pengunjung.Hal ini memperlihatkan bahwa suasana metropolis Ibukota dengan berbagai persoalannya telah merambah kepinggiran kota khususnya pada lokasi Rekreasi .

Kebun Binatang telah menjadi pilihan masyarakat untuk melakukan rekreasi.Kehadiran di Kebun Binatang ini kian terasa benar-benar bermain di alam ketika memasuki Pusat Primata Schmutzer (PPS).Di lokasi ini pengunjung diajak menikmati suasana yang lain dari hanya sekedar melihat kebun binatang.Suasana yang menyatukan tempat hidup satwa serasa di alamnya dan pengunjung dapat lebih dekat mengenal satwa dalam kerimbunan hijauan yang tertata asri.Sistem peragaan yang sangat berbeda dengan konsep sebelumnya menampilkan suasana peragaan kebun binatang modern .Hubungan antar peragaan saling menyatu sehingga tidak membosankan waktu kunjungan.

Sejak dibukanya PPS pada bulan Agustus 2002 sampai bulan juli 2004 telah didatangi pengunjung sekitar 830.239 orang.Pertambahan jumlah pengunjung PPS dalam 6 bulan terakhir ( Januari – Juli 2004 ) menunjukan peningkatan sekitar 100% pada bulan yang sama thn 2003.Keberadaan PPS telah membantu mengangkat citra Taman Margasatwa Ragunan dengan merubah image masyarakat tentang kebun binatang.Pengunjung Kebun Binatang Jakarta tetap menikmati kunjungan dalam suasana Asri, Serasi dan Lestari.

SI “PANJANG” DAN SI “CONNY”
SAKSI SEJARAH KEBUN BINATANG CIKINI

Bila anda berkunjung ke Taman Margasatwa Ragunan jangan lupa mengunjungi Si “Panjang” dan juga mampir ke Si “Conny”. Kedua jenis satwa tersebut merupakan penghuni paling lama di Ragunan. Si Panjang – begitulah namanya sesuai dengan tubuhnya yang besar dan panjang merupakan jenis buaya muara (Crocodylus porosus). Panjangnya lebih dari 6 meter (belum ada pengukuran resmi – hanya perkiraan) dengan berat sekitar 600 kg (belum ada pengukuran resmi – hanya perkiraan). Mau tahu usianya ? mungkin kita harus memanggil “Si Mbah” karena usianya sudah cukup tua, 66 tahun.
Sedangkan si Conny, begitulah nama yang diberikan merupakan jenis Simpanse (Pan troglodytes) berasal dari Afrika. Tingginya sekitar 1,5 m dan beratnya sekitar 80 kg .

Mau tahu juga berapa usianya, 64 tahun – suatu record tersendiri bagi simpanse yang rata-rata usianya hanya 40 tahun di alam, sedang di penangkaran 50 tahun. Rupanya kondisi lingkungan di Indonesia terutama di Jakarta yang tropis sangat berpengaruh terhadap perkembangan si Conny sehingga ia dapat berumur panjang. Kini ia tinggal bersama saudara-saudaranya Petsy, Kampo, Monica dan Kasa.

Keberadaan si Panjang dan si Conny tidak lepas dari sejarah kebun binatang Ragunan sendiri. Mereka merupakan saksi sejarah kepindahan kebun binatang Cikini ke Ragunan pada tahun 1964 dan dibuka pada tahun 1968. Berdasarkan keterangan Momon (79 tahun) – karyawan TMR kini sudah pensiun yang pernah merawat kedua satwa tersebut – merawat Si Panjang dilakukan sejak tahun 1941 waktu usianya baru 3 tahun dan panjangnya sekitar satu meter. Buaya tersebut merupakan sumbangan dari masyarakat Sumatera Selatan. Sedang Si Conny dirawatnya dua tahun kemudian – tahun 1943 mulai dari usia 2 tahun berasal dari kebun binatang Barcelona, Spanyol.

Dilihat dari usianya yang cukup panjang, buaya merupakan salah satu jenis reptil yang berhasil selamat hingga kini sejak periode Triassic 200 juta tahun yang lalu – berarti dari zaman dinosaurus buaya tidak ikut punah ketika meteorit menghujam ke bumi, dimana banyak dinosaurus punah kecuali kelompok yang berkembang menjadi burung pada 65 juta tahun yang lalu.

Secara klasifikasi buaya dikelompokkan ke dalam Klas Reptilia Ordo Crocodylia dengan Familia Crocodylidae. Di alam terdapat sekitar 25 jenis buaya dengan kerabatnya seperti aligator, kaiman, konoko dan gavial. Mereka banyak diketemukan di beberapa bagian yang beriklim hangat di Afrika, Asia, Australia dan Amerika. Buaya dapat dibedakan dari bentuk moncongnya yang berbeda bentuk dari jenis satu ke jenis lainnya.
Buaya muara atau buaya air asin (salt water-crocodile) merupakan salah satu jenis buaya yang paling besar dan berbahaya di dunia, panjangnya dapat mencapai 6,5 meter, bahkan ada laporan sampai 9 meter, ia dapat tumbuh sepanjang hidupnya. Konon buaya muara paling banyak menyerang manusia, di Indonesia setiap tahun masih ada laporan buaya muara menyerang manusia. Buaya muara bersifat pengembara, Ia sering berkelana di kepulauan Indonesia bahkan pernah sampai ke Kepulauan Fiji dan pulau-pulau terpencil lainnya.

Buaya muara termasuk satwa kosmopolit, penyebarannya meliputi India, Sri Lanka, Myanmar, Vietnam, Semenanjung Malaysia, Indonesia sampai ke Australia. Mereka banyak mendiami daerah pantai, muara, hutan bakau, rawa dan laut. Dapat hidup baik di air tawar maupun air laut. Di alam mereka memakan mulai dari binatang kecil seperti ikan, burung, penyu dan mammalia sampai bangkai. Ukuran mangsa tergantung besarnya buaya.

Buaya muara mencapai dewasa pada usia 5 – 10 tahun, pada saat itu panjangnya sudah mencapai 2,5 – 3,5 meter. Musim berkembang biak berlangsung pada musim kering. Membuat sarangnya di pinggiran sungai, menggunakan tumpukan pasir atau lumpur dicampur dengan daun-daunan, ranting pohon dan serpihan dari tanaman lainnya. Betina bertelur sebanyak 90 butir. Telur tersebut mengalami masa inkubasi selama 4 bulan. Selama masa inkubasi betina terus menjaganya dari predator seperti biawak sampai telur-telur tersebut menetas.

Si Conny merupakan jenis simpanse (Pan troglodytes). Ia termasuk kera – apes bukan monyet – monkey dan tidak berekor. Lengannya lebih panjang dari kaki. Apabila berlari menggunakan ke empat anggota badannya (quadrapedal), tetapi mereka dapat berjalan dengan 2 kaki (bipedal). Secara klasifikasi simpanse termasuk Klas Mammalia, ordo Primata dan famili Pongidae. Tingginya sekitar 1 – 1,5 m dan beratnya dapat mencapai 100 Kg. Rambut hitam panjang kecuali pada bagian belakang ada sedikit warna putih. Pada bagian wajah, telinga, tangan dan kaki tidak ditumbuhi rambut.
Di alam mereka banyak mendiami hutan tropis dan hutan terbuka di Guinea, Uganda, dan Tanzania. Mereka memakan segalanya dari buah-buahan, pucuk daun, bunga, akar-akaran, kulit kayu, madu, serangga sampai memakan hewan lainnya seperti bajing dan monyet. Dewasa kelamin pada usia 8-10 tahun. Betina melahirkan anak satu jarang kembar setelah masa kehamilannya berlangsung selama 7-8 bulan. Anaknya selalu dibawa kemana induknya pergi selama lima bulan pertama dan di asuhnya selama dua tahun. Di alam satwa ini dapat hidup selama 40 tahun. Sedangkan dipenangkaran dapat hidup selama 50 tahun.

 

No Comment to “Sejarah Awal Mula Ragunan – Kebun Binatang Jakarta”

  1. No Comment yet. Be the first to comment...

Leave your comment here:

Kategory

Taruhan Bola